DOMINANSI DAN STATUS POTENSI GULMAPADA JENIS BAMBANG LANANG (Michelia campaka L.)
ABSTRAK
Bambang lanang (Michelia campaka L.) merupakan salah satu jenis tanaman unggulan lokal di Sumatera Selatan yang sudah mulai dikembangkan di lahan milik masyarakat. Jenis ini telah lama digunakan sebagai bahan bangunan oleh masyarakat setempat karena kayunya yang kuat dan awet. Dalam budidaya Bambang Lanang, pada kondisi awal sering dihambat oleh adanya gulma sehingga perlu dikendalikan. Uji teknik pengendalian gulma berguna untuk menentukan uji manakah yang terbaik dalam mengendalikan gulma pada tegakan bambang lanang. Gulma bermanfaat dan gulma yang tidak merugikan lebih mendominasi di semua plot perlakuan. Berdasarkan hasil pengamatan patikan (Borreria laevis) bukanlah merupakan gulma pengganggu jenis ini tidak merugikan, gulma semusim, mati setelah berbunga. jenis Melastoma malabatrichum merupakan gulma yang merugikan dan perlu dikendalikan pada perlakuan mulsa organik dan Total Herbisida tidak dijumpai lagi pada saat setelah dilakukan perlakuan. Tetracera akara Merr dan Clidemia hirta juga merupakan jenis gulma yang merugikan dan perlu dikendalikan namun keberadaannya tidak terlalu mendominasi di seluruh plot perlakuan. Teknik pengendalian gulma yang memberikan respon baik dalam menghambat pertumbuhan gulma di bawah tegakan bambang lanang yaitu pengendalian menggunakan mulsa organik karena lebih praktis dan ekonomis dan memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan bambang lanang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain