Potensi tebang naungan pada aplikasi “silin” di pt. balikpapanforest industry (bfi), kalimantan timur
Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) / Silvikultur Intensif (SILIN) adalah salah satu sistem silvikultur yang
dilaksanakan untuk mengelola tegakan hutan produksi alami di Indonesia agar tujuan pengelolaan hutan dapat tercapai
optimal. Teknik ini dikembangkan oleh Soekotjo (2009) yang memadukan tiga elemen utama silvikultur, yaitu (1)
spesies target yang dimuliakan; (2) manipulasi lingkungan; dan (3) pengendalian hama terpadu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui sampai sejauh mana kayu hasil tebang pembukaan tajuk dapat dimanfaatkan serta potensi tegakan
tinggal pada TPTII (Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif/)/Silvikultur Intensif (SILIN). Penelitian dilakukan di areal
kerja PT Balikpapan Forest Industry (BFI) wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, provinsi Kalimantan Timur.
Pengumpulan data dilakukan dengan inventarisasi tegakan tinggal dan potensi limbah pada plot terpilih dengan
intensitas penarikan sampel sebesar 10%. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa
limbah tebangan sebesar 33,770 m3/ha (40,77% dari potensi total). Volume kayu yang dapat diproduksi hanya 36,750
m3/ha (56,5 % dari potensi tegakan awal). Inventarisasi tegakan setelah tebang naungan sebesar 118,39 m3/ha dengan
jumlah permudaan sebanyak 2409 semai dan 2266 pancang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain