ARAH PENELITIAN TEKNIK REHABILITASI DAN KONSERVASI LAHAN PANTAI PENDUKUNG PENGELOLAAN DAS1
ABSTRAK
Permasalahan pantai dan pesisir di Indonesia sangat komplek, beragam dan terus meningkat dari tahun ke tahun akibat ulah manusia dan perubahan iklim yang ekstrim akhir-akhir ini. Permasalahan tersebut meliputi masalah : (a) erosi dan konservasi, (b) abrasi dan garis pantai, (c) pendangkalan muara dan sedimentasi, (d) pemukiman dan wisata, (e) kualitas air laut, (f) kerusakan terumbu karang, (g) hutan mangrove, dan (h) kondisi lingkungan dan pemetaan pantai. Pesisir pantai di Indonesia sangat besar dan beragam, yakni memiliki 17.508 pulau dengan garis
pantai sepanjang 81.000 km dan 5,8 juta km2 laut atau 70% dari luas total
Indonesia. Kondisi pantai sering tidak terawat karena lahan pantai biasanya marjinal sehingga tidak mampu berproduksi dari tanaman pertanian dan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Padahal jika permasalahan penyebab marjinalnya lahan pantai di kurangi maka justru pantai memiliki banyak keunggulan dibandingkan lahan mineral biasa. Permasalahan lahan di pantai antara lain karena lahan bergaram dan air tanah asin, unsur hara rendah, uap air laut bergaram, iklim ekstrim panas dan kering, angin kencang menyebabkan tingginya evapotranspirasi. Dengan pembuatan tanggul angin dari mekanis maupun vegetatif cemara laut (Casuarina equisetifolia spp) akan mengeliminir permasalahan diatas. Begitu juga dengan pembuatan tanggul pemecah ombak (mekanis) atau tanaman mangrove (vegetatif) dapat mengurangi penurunan garis pantai akibat abrasi. Kebalikannya pada daerah yang mengalami penyusutan air laut akan menyebabkan tanah timbul dimana-mana seperti terjadi di pantai Cilacap. Disini yang jadi masalah justru perebutan masalah kepemilikan dan jenis tanaman yang diperkenankan untuk pengelolaan lahan agar tanah lebih produktif apakah tanaman kehutanan atau tanaman pertanian.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain