Text
Pendugaan viabilitas benih tanaman hutan secara cepat: prinsip, metode dan aplikasi
Viabilitas benih merupakan daya hidup benih yang ditunjukkan oleh fenomena pertumbuhan atau gejala metabolismenya. Indikator yang dapat dipakai berupa gejala pertumbuhan kecambah disebut indikasi langsung dan proses metabolisme disebut indikasi tak langsung atau uji cepat. Faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas benih: faktor genetis, kerusakan benih, kondisi lingkungan selama perkembangan benih, ukuran dan berat jenis, kerusakan selama proses penanganan dan kerusakan saat imbibisi pada perkecambahan. Pengujian viabilitas dapat dikelompokan sebagai berikut: 1) Metode langsung dan indikasi langsung; 2) Metode langsung dan indikasi tidak langsung; 3) Metode tidak langsung dan indikasi langsung; dan 4) Metode tidak langsung dan indikasi tidak langsung. 4 tahapan penarikan contoh benih untuk diuji: a) Contoh primer; b) Contoh campuran; c) Contoh kirim; dan d) Contoh kerja. Beberapa metode uji cepat viabilitas: 1) Uji belah, 2) Uji tetrazolium, 3) Uji hidrogen peroksida, 4) Uji eksisi embrio, 5) Metode radiografi, dan 6) Metode uji daya hantar listrik. Hasl uji cepat dan uji perkecambahan secara tepat umumnya memiliki nilai saling mendekati dalam selang keseragaman pengambilan contoh normal dengan nilai perbedaan 3-5% yang secara keseluruhan dapat diartikan tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan contoh. Faktor yang paling berpengaruh pada kesesuaian jenis terhadap metode tertentu adalah ukuran/dimensi, tipe dormansi dan ketahanan benih dalam kondisi tanpa kulit.
| 17211017085 | MUH p/BUK _7/630*232.3 | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
| 17211017084 | MUH p/BUK _7/630*232.3 | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain