Studi Floristik di Kawasan Plasma Nutfah untuk Mendukung Penetapan Plot Konservasi Genetik Tengkawang (Shorea spp) di Kalimantan Barat = Floristic Study at Germplasm Area for Supporting Shorea spp Genetic Conservation Area in West Kalimantan
A research was done at natural tropical forest in forest concession of PT. Suka Jaya Makmur (SJM), Ketapang, West Kalimantan. The objective of the study is germplasm area in natural forest. The aims of this floristic study were to investigate the potensial and distribution of tengkawang tree species. Tengkawang kernel is one of the famous Non-wood Forest Product (NWFP), it is resources of an importance vegetable fat. The inventory was conducted using line plot method in each area of 26 Hectares. 130 sample plots were made up systematically within 13 line plot. The sample plot had a square shape with nested sampling area, measured 20 m x 20 m for tree stage, 10 mx 10 m for pole stage, 5 m x 5 m for sampling stage and 2 m x 2 m for seedling stage. The result reveal that the germplasm consisted of 75 species were dominated by industrial wood species. The germpaism area was dominated by Shorea leprosula with importance value (31.01%), Eugenia cymosa (26.32%), Litsea firma (18.11%) and Shorea laevis (16.02%) respectively. Some tengkawang trees were found in the study area with important value were varied were Shorea pinnanga (9.43%), Shorea macrophylla (4.11%), Shorea macistopterix (0.63%) respectively but the famous of tengkawang tree (Shorea stenoptera) was not found in the study area. Therefore, block 35 & 36 PT SJM germplasm area unrepresentative for tengkawang genetic conservation plot.
= Penelitian dilaksanakan di hutan alam yang dikelola PT. Suka Jaya Makmur (SJM) di Ketapang, Kalimantan Barat. Lokasi penelitian adalah areal plasma nutfah yang telah ditetapkan. Studi floristik ditujukan untuk identifikasi potensi dan distribusi jenis-jenis penghasil tengkawang. Biji tengkawang adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang terkenal dan dimanfaatkan sebagai sumberdaya lemak nabati yang penting. Inventarisasi dan studi floristik menggunakan metoda jalur yang tersebar pada areal seluas 26 Ha. Sebanyak 130 plot disusun secara sistematis di dalam 13 jalur. Plot pengukuran berbentuk persegi empat yang terietak di dalam jalur pengamatan, plot dengan ukuran 20 m x 20 m untuk pengamatan pohon, 10 m x 10m untuk pengamatan tiang, plot 5 m x 5 m untuk pengamatan pancang dan 2 m x 2 m untuk pengamatan semai. Hasil analisis vegetasi di areal plasma nutfah menunjukkan bahwa terdapat 75 jenis yang didominasi jenis kayu industri. Shorea leprosula menduduki nilai penting (NP) terbesar (31,01%) diikuti Eugenia cymosa (26,32%), Litsea firma (18,11%) dan Shorea laevis (16,02%). Beberapa pohon tengkawang ditemukan di dalam areal plasma nutfah dengan nilai penting (NP) bervariasi yaitu Shorea pinnanga (9,43%), Shorea macrophylla (4,11%) dan Shorea macistopterix (0,63%), namun jenis tengkawang tungkul (Shorea stenoptera) tidak ditemukan di dalam areal penelitian. Untuk itu area plasma nutfah pada petak 35 dan 35 PT. SJM kurang sesuai untuk ditetapkan sebagai plot konservasi genetik penghasil tengkawang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain