CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN TANAH PADA HUTAN RAKYAT JENIS BAMBANG LANANG
ABSTRAK
Kemampuan dalam menyerap karbon dari atmosfir dimiliki oleh hutan dengan vegetasinya yang beragam. Para pihak yang telah meratifikasi konvensi perubahan iklim menyepakati bahwa peran hutan dalam menyimpan dan mengemisi karbon merupakan salah satu aspek yang dimungkinkan bisa diakomodir dalam perdagangan karbon. Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang giat memperjuangkan mekanisme perdagangan karbon melalui mekanisme REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation). Hal ini dilakukan setelah adanya hasil COP-13 (Conference of Parties-13) di Bali. Peraturan Menteri Kehutanan No. 30, tahun 2009, telah memberi kesempatan kepada pengelola hutan untuk berpartisipasi dalam kegiatan REDD. Hutan di Sumatera Selatan pada umumnya berupa hutan alam dan hutan tanaman termasuk hutan rakyat yang merupakan tanaman monokultur atau campuran antara komoditi kehutanan dan pertanian. Pengukuran biomassa pada hutan rakyat jenis bambang lanang perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya mekanisme distribusi
pendanaan dan pembayaran REDD+ dan voluntary market. Permasalahan yang timbul disini
adalah bagaimana mengetahui dan mengukur cadangan biomassa dan karbon yang sesuai dengan peraturan internasional yaitu sesuai dengan aturan dari IPCC (International Panel on Climate Change) tahun 2006. Untuk mengikuti metode tersebut diperlukan pengukuran sampel plot di lapangan. Sampel plot dibuat dengan bentuk persegi panjang ukuran 100x20 m atau
dengan luas 2000 m2, yang akan digunakan untuk menghitung biomassa dan karbon di atas
permukaan tanah (above ground biomass) pada hutan rakyat bambang lanang yang ditanam secara monokultur. Analisis akan dilakukan untuk menghitung jumlah simpanan biomassa dan karbon di atas permukaan tanah yang terdiri dari pohon, tumbuhan bawah, serasah, pohon mati dan kayu mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon tegakan hutan rakyat jenis bambang lanang monokultur (tanpa tanaman kopi) pada umur 18 tahun sebesar
85,27 ton/ha. Persentase cadangan karbon dari mulai yang terbesar sampai dengan yang terkecil berturut-turut yaitu: pohon bambang lanang (72,86%), pohon jenis lain (15,39), serasah (6,91), tumbuhan bawah (4,40%) dan nekromassa (0,43%).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain