TINGKAT KEKERUHAN AIR SUNGAIPADA BERBAGAI VARIASI LUAS HUTAN PINUS DI SUB DAS KEDUNGBULUS, GOMBONG1
ABSTRAK
Luas h utan optimal dal am s uatu D AS t erhadap f ungsi t ata ai r m asih menjadi perdebatan. W alaupun dalam UU Kehutanan No. 41 tahun 1999 sudah disebutkan bahwa luas hutan minimal dalam s uatu DAS adalah 30
%, nam un an gka i ni m asih m embutuhkan kajian pe nelitian karena a ngka
30 % belum didukung oleh hasil penelitian, seperti pada jenis hutan apa, kondisi f isik D AS s eperti a pa, da n k ondisi i klim y ang baga imana. Penelitian i ni bertujuan unt uk mengetahui t ingkat k ekeruhan ai r sungai dari b erbagai l uas hutan da lam s uatu sub D AS. H asilnya di harapkan dapat m endukung j ustifikasi l uas hut an opt imal dar i a spek s edimentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Sub DAS dengan variasi luas hutan. Dalam s uatu Sub DAS dibagi dalam beberapa Sub-Sub D AS deng an v ariasi l uas hut an. P ada m asing-masing o utlet dipasang stasiun hidrologi yang mengukur debit banjir dan tingkat kekeruhan. Luas hutan dan luas penutupan lainnya dianalisis dengan menggunakan c itra s pot dan pengecekan lapangan. Luas hut an o ptimal diperoleh dari perbandingan ? y / ? x ~ 0 atau perubahan luas hutan tidak mempengaruhi responnya terhadap debit atau sedimen. Jenis hutan yang diteliti a dalah hut an t anaman pi nus d engan ba han i nduk v ulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin bes ar luas hut an mempunyai tingkat kekeruhan yang makin kecil. P ada luas hutan 95 % dari luas DAS mempunyai kekeruhan 3 NTU, sedangkan pada luas hutan 20 % dari luas DAS mempunyai k ekeruhan 1950 NTU. Dari hubungan antara l uas hutan dan kekeruhan air sungai dapat dikatakan bahwa luas hutan optimal dari aspek kekeruhan air sungai berkisar antara 31-35 % dari luas DAS. Hal ini ditunjukkan pada angka tersebut perbedaan luas hutan tidak berpengaruh yang nyata dalam perubahan tingkat kekeruhan air sungai.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain