KAJIAN TEKNIS DAN SOSIOLOGI LINGKUNGAN PADA KASUS REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
ABSTRAK
Rehabilitasi hutan mangrove merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan selain penerapan aspek teknis rehabilitasi juga terdapat pelibatan masyarakat sekitar. Perpaduan kedua aspek tersebut akan menentukan keberhasilan program rehabilitasi hutan mangrove. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui perubahan kondisi hutan dan pola interaksi sosial antara masyarakat dengan sumberdaya hutan mangrove. Kajian dilakukan di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumberdaya hutan mangrove rusak oleh aktivitas penebangan sebelum tahun 1987. Setelah program rehabilitasi pada tahun 1987 sumberdaya hutan mangrove berangsur-angsur pulih. Pemulihan tersebut tidak lepas dari perubahan pola interaksi masyarakat dengan sumberdaya hutan. Pola interaksi yang terjadi menuju pada perubahan kondisi hutan mangrove yang makin baik. Pola interaksi masyarakat dan sumberdaya hutan terdiri dari 3 fase, yaitu desktruktif eksploitatif, konstruktif rehabilitatif, dan konstruktitif protektif. Perubahan pola interaksi tersebut disebabkan karena adanya kesadaran akan dampak negatif kerusakan hutan mangrove di masa lalu. Pasca rehabilitasi hutan mangrove, kondisi hutan yang baik memperkuat kesadaran masyarakat akan dampak positif dari pemulihan hutan mangrove terhadap kehidupan masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain