ANALISIS FAKTOR MOTIVASI MENANAM KAYU BAWANG (Dysoxilum mollissimum Blume)PADA LAHAN MILIK (STUDI KASUS DI KABUPATEN BENGKULU UTARA DAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH)
ABSTRAK
Menanam kayu bawang (Dysoxilum mollissimum Blume) pada lahan milik masih menjadi daya tarik terutama bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Kayu bawang ditanam dengan pola agroforestri dengan tanaman karet, sawit atau coklat. Tingginya minat petani menanam kayu bawang pada lahan milik dapat menjadi pelajaran bagi pengembangan tanaman kehutanan pada umumnya. Tulisan ini bermaksud untuk menjelaskan tujuan menanam pohon yang dilakukan petani dan bagaimana praktik silvikultur yang diterapkan petani. Penelitian dilakukan dengan metode survei rumah tangga pemilik kayu bawang pada lahan milik pada lima desa terpilih di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan dilanjutkan dengan analisis faktor mengunakan Principal Component Analysis dengan metode varimax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan masyarakat menanam kayu pada lahan milik dikelompokkan menjadi 3 dimensi (kelompok besar), yaitu ekonomi, investasi dan lingkungan. Praktek silvikultur yang dilakukan pada lima lokasi penelitian masih sangat sederhana dengan menerapkan 2-3 perlakuan yaitu persiapan lahan, penyiangan dan pemupukan sehingga produktifitasnya masih rendah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain