PENINGKATAN RIAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMBESU MELALUI BEBERAPA PERLAKUAN SILVIKULTUR
ABSTRAK
Tembesu merupakan salah sata jenis pohon lokal yang sangat populer di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Kayu tembesu umumnya digunakan untuk konstruksi berat, mebel dan ukiran. Saat ini pemakaian kayu tembesu sudah sangat berkurang dan digantikan oleh jenis-jenis kayu lainnya dengan kualitas di bawah tembesu. Hal ini disebabkan karena suplay bahan baku kayu tembesu sudah sangat sulit diperoleh. Untuk menjamin ketersediaan suplay kayu tembesu, tentunya perlu dilakukan pembangunan hutan tanaman tembesu yang bersifat produktif. Beberapa perlakuan silvikultur telah dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas (riap pertumbuhan) tanaman tembesu, yaitu pemeliharaan yang intensif, pemangkasan cabang dan penjarangan. Rerata peningkatan riap diameter melalui perlakuan pemeliharaan adalah sebesar
30,77% pada umur 3 tahun dan sebesar 23,95% pada umur 6 tahun, sementara rerata perolehan peningkatan pertambahan diameter melalui perlakuan pemangkasan adalah sebesar
23%. Sementara peningkatan pertambahan diameter yang diperoleh melalui pengaturan jarak tanam (penjarangan) sebesar 26,39% untuk pola untu walang, dan 18,94% untuk penjarangan pola baris, setelah 2 tahun penjarngan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain