Sifat fisis dan pengeringan lima jenis bambu(Physical and drying properties of five bamboo species)
Informasi mengenai sifat fisis bambu penting untuk memahami kestabilan dimensi bambu,
sedangkan informasi tentang sifat pengeringan dibutuhkan sebagai dasar untuk menetapkan suhu
optimum pengeringannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bambu dan posisi
bagian batang terhadap sifat fisis bambu serta sifat pengeringannya. Lima jenis bambu yang digunakan
dalam penelitian ini adalah bambu temen (Gigantochloa verticillata Munro), ori (Bambusa blumeana Bl. ex
Schult.f.), ater (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz ex Munro), ampel (Bambusa vulgaris Schrad.), dan peting
(Gigantochloa levis (Blanco) Merr.). Pengujian sifat fisis dilakukan pada arah diameter dan tebal batang
bambu. Penetapan suhu pengeringan berdasarkan metode yang diadaptasi dari metode pengeringan
kayu, dilanjutkan dengan pengamatan cacat pengeringan seperti deformasi (mencekung & mengeriput)
dan pecah ujung/buku. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat antara kadar air
segar bambu dengan kerapatan dan penyusutan batang bambu. Berdasarkan sifat pengeringannya
o (pangkal-tengah), suhu optimum (suhu awal dan suhu akhir) untuk bambu temen dan ori 45 – 70 C,
o o ampel dan ater 40 – 60 C, sedangkan bambu peting 33 – 50 C.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain