PENGARUH PENYIMPANAN BENIH Shorea balangeran TERHADAP PERSEN PERKECAMBAHAN
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan selama 7 bulan, yaitu Juni s/d Desember 2009, yang terdiri atas tiga faktor. Faktor a: kadar air 10% dan 20%. Faktor b: adalah perlakuan, yaitu b0 = benih ditaruh di atas media arang halus, sebagai kontrol tanpa perlakuan. b1 = benih di taruh dalam kantong plastik, b2 = benih ditaruh dalam kantong plastik dan dicampur arang halus, b3 = benih berlapis lilin ditaruh dalam kantong plastik. Faktor c : Lama penyimpanan, yaitu c0= 0 bulan, c1= 1 bulan, c2= 2 bulan, c 3= 3 bulan c4= 4 bulan dan c5= 5 bulan. Satu unit terdiri dari 100 benih dan ulangan dilakukan sebanyak 2 kali. Penelitian ini mempergunakan Rancangan Faktorial 2x4x5, dalam acak lengkap. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penurunan kadar air setiap bulan rata-rata sebesar 48,97%. Kadar air 20 % (a2) memperlihatkan perlakuan yang sangat baik bila dibandingkan kadar air 10%. Perlakuan b1 memperlihatkan perlakuan yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya dan benih dapat disimpan selama 5 bulan dengan persentase perkecambahan rata-rata 83,25%. Perlakuan bo memperlihatkan persentase perkecambahan yang sangat rendah,yakni 29,91%. Hasil uji-F perlakuan yang diberikan pada benih Shorea balangeran sangat berbeda nyata. Hasil uji lanjutan diperoleh perlakuan bo memperlihatkan persentase perkecambahan yang sangat kecil. Perlakuan b1 memperlihatkan persentase perkecambahan yang sangat baik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya dan tidak terdapat interaksi antara factor-faktor yang diuji ab, ac dan bc.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain