STRATEGI MENANGKAL OPPORTUNITY LOST DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT
. Usaha hutan rakyat sesungguhnya memiliki prospek yang cerah, tetapi sampai saat ini masih terdapat kehilangan peluang keuntungan (opportunuty lost) yang diakibatkan oleh sedikitnya 4 kelemahan teknis yaitu : pengaturan daur produksi, sistem penjualan, teknik pengukuran volume kayu, dan teknik penebangan. Keseluruhan kelemahan tersebut sesungguhnya berpankal dari 1 kelemahan fondamental yaitu kelemahan kelembagaan. Karena perlu pembenahan secara profesional fondamental terhadap manjemen usaha hutan rakyat untuk menekan kehilangan tersebut agar keuntungan usaha benar-benar dapat dirasaka oleh petani. Pembenahan yang mendesak dilakukan adalah penguatan kelembagaan hutan rakyat, mulai dari kelompok tani dimana selama ini wahana tersebut pada umumnya hanya eksis pada saat persiapan penanaman sampai pemeliharaan, sedangkan pada fase akhir (produksi) yang merupakan fase terpenting dari kegiatan usaha hutan rakyat, kelompok tani justru tidak berfungsi bahkan tidak sedikit yang sudah bubar sebelum usaha berakhir. Paper ini bertujuan untuk menguraikan secara garis besar pokok-pokok permasalahan dalam pengelolaan hutan rakyat sekaligus saran pemecahannya, yang sejauh ini tampaknya tidak terlau dihiraukan bahkan tidak disadari bahwa hal tersebut adalah “masalah”. Diharapkan pokok pikiran ini dapat dijadikan salah satu bahan kajian secara komprehensif oleh seluruh stake holder terkait.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain