GIS based flood hazard and vulnerability mapping:a case study of tidal and river floods in downstreamof Ciasem watershed, Subang-West Java
PEMETAAN KERAWANAN DAN KERENTANAN BANJIR MENGGUNAKAN SIG: STUDI
KASUS BANJIR ROB DAN BANJIR SUNGAI DI HILIR DAS CIASEM, SUBANG-JAWA BARAT.
Kejadian banjir di hilir DAS Ciasem diyakini terjadi akibat degradasi DAS dan tutupan mangrove. Tulisan ini mempelajari
kerawanan dan kerentanan yang disebabkan banjir rob dan sungai, terutama pada daerah bervegetasi dan daerah terbangun
sebagai elemen utama risiko. Pengamatan difokuskan pada hilir DAS Ciasem, terletak di Desa Muara, Kecamatan
Blanakan, di pesisir utara Kabupaten Subang. Kerawanan banjir rob dipetakan menggunakan proses iterasi pada software
ILWIS 3.4, sedangkan kerawanan banjir sungai dibuat dengan mempertimbangkan elevasi, kemiringan dan karakteristik
sungai menggunakan perangkat hidrologi (HEC-geoRAS dan HEC-RAS) pada software ArcGIS 10 Peta kerawanan
tersebut digunakan untuk menentukan elemen risiko yang mencakup daerah bervegetasi dan daerah terbangun. Hasilnya
menunjukkan banjir rob mulai terjadi di daerah bagian barat yang didominasi tambak sebagai elemen risiko utama. Ketika
permukaan air laut naik 90 cm, permukiman mengalami genangan akibat banjir rob. Sungai Ciasem mulai meluap ketika
debit aliran melebihi 160 m3 detik-1 dan menggenangi sawah, tambak, dan pemukiman. Penelitian ini menunjukkan bahwa
tambak dan sawah memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kejadian banjir, sedangkan pada permukiman dan jalan
tergantung pada material konstruksinya. Resiko bencana banjir seharusnya dapat dikurangi dengan melanjutkan kegiatan
rehabilitasi lahan, merestorasi mangrove dan menerapkan aturan pemerintah dalam pengelolaan dan pembangunan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain