ANALISIS FINANSIAL KOMBINASI TANAMAN KAYU-KAYUAN DENGAN PERTANAMAN KELAPA (Cocos nucifera) DI SULUT(Studi Kasus di Kecamatan Mapanget Kota Manado)1
RINGKASAN
Di Sulawesi Utara secara umum perkebunan rakyat di dominasi dengan tanaman Kelapa (Cocos nucifera), sehingga ibukota provinsinya disebut sebagai Kota Nyiur melambai. Pemanfaatan lahan pada areal pertanaman kelapa tidak efisien oleh karena hanya menggunakan lahan sekitar 20% per hektarnya, dan 80% lainnya merupakan lahan yang tidak termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai finansial beberapa jenis tanaman kayu-kayuan dalam areal pertanaman kelapa. Cempaka (Elmerillia ovalis), jati (Tectona grandis), mahoni (Switenia macrophylla), nantu/nyatoh (Palaquium sp.). sebagai tanaman sela yang menjadi obyek peneltian. Hasilnya adalah tanaman sela pada umur 6 sampai dengan 7 tahun di dalam areal pertanaman kelapa dapat memberikan keuntungan antara 2 hingga 5 kali lebih besar dari modal yang dikeluarkan, sedangkan besarnya biaya penerimaan dibandingkan dengan biaya produksi (R/C)
? 1, penerimaan lebih besar 3 hingga 5 kali dari pada modal yang digunakan sebagai biaya produksi. Ini menunjukkan bahwa tanaman sela sangat pantas untuk diusahakan sebagai tanaman pencegah erosi pada lokasi pertanaman berlereng, dan dapat meningkatkan pendapatan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain