Perbandingan prediksi hasil sedimen menggunakan pendekatan model universal soil loss equation dengan pengukuran langsung (comparison of sediment yield from prediction using universal soil loss equation with direct measurement)
Rendahnya tingkat sedimentasi sungai merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Pengukuran sedimentasi dapat dilakukan secara langsung maupun melalui pendekatan prediksi erosi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan prediksi sedimentasi melalui pendekatan erosi model USLE menggunakan tiga formulasi erosivitas hujan dengan hasil pengukuran langsung di outlet DAS. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2015 di Sub DAS Lowereng, Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Kemiringan lereng diperoleh berdasarkan analisis Citra Aster Global Digital Elevation Model, sedangkan penutupan lahan diperoleh dari World View tahun 2012. Tiga formulasi erosivitas hujan yang digunakan adalah Utomo dan Mahmud, Bols, serta Lenvain. Prediksi USLE dilakukan pada setiap unit lahan yang ada. Dengan mempertimbangkan faktor Sediment Delivery Ratio (SDR), hasil prediksi erosi USLE dikonversi menjadi hasil sedimen. Pengukuran hasil sedimen secara langsung dilakukan dengan pengambilan sedimen tersuspensi di outlet sub DAS. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa prediksi sedimentasi di Sub DAS Lowereng melalui pendekatan erosi USLE menghasilkan nilai yang lebih besar daripada hasil pengukuran langsung. Prediksi sedimentasi menggunakan formulasi Lenvain adalah 3,49 ton/ha (196%), merupakan nilai yang paling mendekati hasil pengukuran langsung (1,18 ton/ha).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain