Studi Kearifan Lokal Penggunaan Api Persiapan Lahan: Studi Kasus di Hutan Mawas, Kalimantan Tengah (Study of Local Wisdom in Using Fire for Site Preparation : A Case Study at Mawas Forest Area, Central Kalimantan)
Basically, forest and land fire incidents are caused by complex multifactor including physical aspect such as fuel and climate, ecology, social economy, society anthropological culture, technology, institutional system, forest management intensity including silvicultural aspect. Of so many incidents, if seen from the happening of fire it starts from little fire which is trigerred by people at local level, therefore local wisdom values are very important to be studied. The study results showed that the local wisdom which was related to fire prevention, still exist at five villages around the Mawas forest area, among others are: the values which were expressed by determination, words, and action from generation to generation about fire prevention, prescribed burning application at the moment of the farm opening, and imposed penalty for man who neglected the custom. However, values depreciation is happening due to increasing human population, increasing distance of farm fields and the increase of land occupation. Local wisdom at Mantangai Hilir, Katunjung, Lawang Kajang, Madara, and Batampang village should be preserved and could be used for fire management base, especially in applying community forest fire prevention strategy at peat swamp forests.
Pada dasarnya kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh multi-faktor yang sangat kompleks mencakup aspek fisik yaitu bahan bakar dan iklim, ekologi, sosial ekonomi dan budaya anthropologis masyarakat, teknologi dan sistem kelembagaan serta intensitas pengelolaan hutan dan lahan termasuk aspek silvikultur. Dari sekian banyak permasalahan, awal kebakaran berasal dari api kecil dengan sumber-sumber pemicu di masyarakat, sehingga nilai-nilai kearifan lokal menjadi sangat penting untuk dikaji. Hasil studi kearifan lokal menunjukkan bahwa di lima desa kawasan hutan Mawas masih terdapat nilai-nilai kearifan yang dianut yang berhubungan dengan pencegahan kebakaran diantaranya adanya nilai-nilai yang disampaikan melalui tekad, perkataan dan tindakan dari generasi ke generasi tentang pencegahan, penerapan pembakaran terkendali saat pembukaan ladang untuk bertani, dan adanya tindakan sanksi bagi yang melanggar adat. Namun demikian, penurunan nilai-nilai tersebut tengah terjadi akibat jumlah penduduk yang semakin meningkat, menjauhnya jarak ladang, dan semakin meluasnya kepemilikan lahan. Nilai-nilai kearifan lokal di desa Mantangai Hilir, Katunjung, Lawang Kajang, Madara, dan Batampang sebaiknya dipertahankan dan dijadikan landasan pengelolaan kebakaran, khususnya dalam menerapkan strategi pencegahan kebakaran hutan rawa gambut berbasis masyarakat
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain