Analisis Finansial Dan Kelembagaan Rantai Nilai Mebel Mahoni Jepara (Financial and Institutional Analysis of the Value Chain of Jepara Mahogany Furniture)
Most of the furniture industries are included in small and medium enterprises. Besides a role in foreign exchange revenue, furniture industries also create job opportunities especially in Jepara district. The existence of principal-agent relationship among actors in the chain has affected on the value added distribution along the value chain. The aims of this study are to identify the institutions along the mahogany furniture value chain and determine the policy scenarios that can encourage the sustainability of furniture industries in Jepara. This study utilizes secondary and primary data. The analyses of data involve identification of actors and institutions in the chains and benefit cost analysis consisting of Net Present Value, Benefit Cost Ratio and Internal Rate of Return. The study indicates that (1) the small and medium enterprises (as agent) produce the furniture relied more on buyer (as principal) orders. In such situation asymmetric information happens causing the position of craftsman and mahogany growers as price takers; (2) the values of NPV, BCR and IRR are not similar for each actor, but those values show that the principal-agent relationship among each actor tends to be effective. The scenarios which are possible to be applied are incentive policies on community forest; improving the capacity of small and medium enterprises in the marketing system; and collective action among the furniture producers.
Industri mebel umumnya termasuk dalam industri kecil dan menengah. Selain berperan dalam penerimaan devisa, bisnis di bidang mebel ini juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama di Kabupaten Jepara. Adanya hubungan principal (pemberi kepercayaan) - agent (penerima kepercayaan) yang terjadi antar aktor atau pelaku di dalam rantai berpengaruh terhadap besarnya distribusi nilai tambah yang diperoleh oleh masing-masing pelaku di sepanjang rantai nilai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kelembagaan (aturan) yang terjadi antar pelaku di sepanjang rantai nilai mebel mahoni Jepara dan menentukan skenario kebijakan yang dapat mendukung bagi kelestarian industri mebel Jepara. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data meliputi identifikasi aktor dan kelembagaan (aturan) yang terjadi antar pelaku serta analisis manfaat biaya yang terdiri dari NVP, BCR dan IRR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) para pengrajin (agent) memproduksi mebelnya lebih didasarkan pada pesanan pembeli (principal). Asymetic information yang terjadi antara pedagang kayu dan petani juga telah mengakibatkan posisi petani sebagai price taker; (2) Nilai NPV, BCR dan IRR untuk tiap pelaku berbeda-beda tetapi nilai-nilai tersebut mengindikasikan bahwa pola kemitraan yang terjadi antar pelaku dalam rantai nilai mebel mahoni saat ini sudah efektif. Skenario kebijakan yang dapat diterapkan adalah kebijakan yang bersifat insentif bagi petani hutan rakyat, peningkatan kemampuan pengrajin di bidang pemasaran; dan membangun aksi kolektif diantara pengrajin.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain