Jakarta, 20 Februari 2026 — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Museum dan Perpustakaan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo pada Jumat (20/2). Wakil Menteri Ke hutanan, Rohmat Marzuki,S.Hut menyempatkan diri berkunjung danberdialog langsung dengan jajaran pengelola. Kunjungan tersebut di dampingi oleh Dr. Ishak Yassir, selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kehutanan be serta jajarannya.
Tak sekadar bernostalgia, Wakil Menteri juga mendengarkan paparan rencana pengembangan dan revitalisasi museum dan perpustakaan, termasuk berbagai capaian
strategis yang telah diraih Muspera. Dalam arahannya, Wamen menegaskan bahwa revitalisasi infrastruktur menjadi langkah penting untuk mening katkan kenyamanan dan keamananpengunjung.
“Muspera harus menjadi etalase layanan publik Kementerian Kehutanan. Tempat yang representatif, modern, dan membanggakan,” pesan beliau.
Lebih dari itu, pengelola Muspera juga didorong untuk aktif menggandeng generasi muda—mulai dari mahasiswa pecinta alam, ka der konservasi, mahasiswa ilmu kehutanan, hingga Saka Wanabakti agar semakin mengenal dunia kehutanan dan tertarik berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan.
Perpustakaan: Ruang Transfer Pengetahuan Antar Generasi
Dalam sesi tur perpustakaan, disampaikan bahwa Perpustakaan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah koleksi buku dan pemikiran para rimbawan senior yang menjadi warisan intelektual berharga. Koleksi tersebut menjadi jembatan transfer pengetahuan dari generasi rimbawan terdahulu kepada generasi muda,
demi memastikan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Capaian membanggakan juga telah diraih, di antaranya:
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama bahwa museum dan perpustakaan bukansekadar ruang penyimpanan arsip dan koleksi,
tetapi pusat inspirasi, edukasi, dan inovasi bagi masa depan kehutanan Indonesia. (RAH)