4.600 Orang Padati Booth Museum Kehutanan, Rahasianya Ada di Balik Tema "Jaga Hutan, Lindungi Lautan"

post img

Surakarta, 26 Juli 2026 — Museum dan Perpustakaan Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo turut berpartisipasi dalam Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 “Vijaya Jaladri Nusantara 2026” yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di Rumah Budaya Ndalem Joyokusuman, Kota Surakarta.

Pameran yang dibuka oleh Wali Kota Surakarta yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Surakarta tersebut diikuti oleh perwakilan dari 60 museum. Kegiatan ini menjadi momentum bagi Museum dan Perpustakaan Kehutanan untuk memperkuat kolaborasi antarmuseum sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai pengelolaan kawasan hutan melalui program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Dalam pameran tersebut, Booth Museum dan Perpustakaan Kehutanan menghadirkan beragam media edukasi interaktif dengan tema keterkaitan hutan dan kemaritiman Nusantara. Materi yang disajikan antara lain replika satwa, permainan edukasi kehutanan, koleksi buku kehutanan, layanan perpustakaan digital, pembagian bibit pohon, serta berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung.

Kehadiran booth tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga akademisi. Selama empat hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 tercatat mencapai 23.114 orang. Sementara itu, sebanyak 4.600 pengunjung tercatat melakukan registrasi pada buku tamu Booth Museum dan Perpustakaan Kehutanan.

Partisipasi dalam pameran tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan koleksi dan layanan Museum dan Perpustakaan Kehutanan, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan lingkungan. Pesan tersebut turut diperkuat melalui berbagai materi edukasi dan cendera mata bertema “Jaga Hutan, Lindungi Lautan.”

Kegiatan ini didukung oleh 45 personel yang terbagi dalam empat tim keberangkatan, terdiri atas 30 orang Bidang Pengelolaan Data dan Informasi, 12 orang Subbagian Tata Usaha, dua orang Biro Umum, serta satu orang dari Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah UPT lingkup Jawa Tengah, yaitu Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Jawa Tengah, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Solo.

Melalui keikutsertaan dalam Pameran Abhinawa Bhumi #2, Museum dan Perpustakaan Kehutanan menunjukkan perannya sebagai ruang edukasi publik yang menghubungkan pengetahuan tentang kehutanan dengan kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat pesan pentingnya menjaga hutan dan lautan sebagai bagian dari keberlanjutan lingkungan Indonesia.